Pantai ini indah...walau tak seindah Senggigi... tapi pantai inimemiliki kenangan untukku...ya disini ...dihatiku.....
"Sasya.....nieh air degannya...."
"aku tersenyum melihat arya memberikan sebuah kelapa untukku..terimakasih ya Ar"
Arya duduk disampingku sambil kami memandang laut . Semlir angin parangtritis menyapu anganku dimasa lalu
Ada arya disampingku yah arya adalah mantanku terdahulu dan kini aku telah mneikah sedangkan arya belum menikah. Arya sangat baik..entah memngapa dulu aku meninggalkannya hanya karena sebuah pertengkaran kecil karena aku cemburu melihatnya dengan seorang gadis yang ternyata adalah sepupunya sendiri. itupun aku dapatkan informasi dari sahabatku dijogja ini. Aku meninggalkannya tanpa jejak karena aku pindah kejakarta hingga aku menikah dan semua tentang arya telah tertutup untukku walau bayang masalalu itu sellau mengganggu pikiranku karena dulu aku sangat mencitainya.. Seminggu yang lalu aku kembali kejogja ini....dan bertemu sahabatku rena ia menceritakan semua tentang arya dan kala itu air mataku menetes aq telah meninggaklkan sosok yang aku cintai yang ternyata juga sangaty mencintaiku. Dan 3 hari yang llau aku menelfonnya untuk bertemu dengannya yah ditempat ini tempat kami selalu bertemu dan bercerita.
"sya...melamun" ujar Arya
"inget kita dulu ar...menyusuri pantai..bermain mengejar ombak..indah ar...." ujarku sambil menundukkan kepalaku
tak terasa airmataku menetes
'Sya.kamu kenapa...oiya ada apa sebenarnya mendadak bertahun tahun lamanya kamu menghilang tanpa jejak daan kamu telpon aku untuk bertemu....jujur sya sebenernya adaapa??, bukannya kamu sudah bahagia ..menikah dengan swamimu....swamimu ganteng sya...sepertinya dia baik" ucap Arya sambil menatapku
Arya menyodorkan saputangannya , aku diam saja, kemudian Arya mengusap air mata diwajahku
'Maaf sya kalau aku sudah membuatmu menangis ..tapi ada apa sya..aku butuh jawabanmu"
"Ngga papa ar...bolehkan aku mengingat tentang kita..boleehkan untuk saat ini mumpung kita sedang bresama" ucapku
Arya tersenyum. dan memberikan saputangan itu kedalam jemariku. Ia genggam tanganku.
" Sasya...kau yang selalu hadir dimimpiku stiap malam...rasa sakit telah kamu hadirkan disini sya...karena aku menunggumu terlalu lama karena suatu alasan yang tidak jeas kamu pergi dari aku"
Arya menatapku tajam "hingga aku mendapatkan berita pernikahanmu "Arya menggeleng pelan tapi masih tersenyum. Oh ar maafkan aku....
Aku "ar...maafin aku yaaah....aku terlalu pengecut untuk bertanya padamu siapa wanita itu ..apakah benar ia sepupumu ..tapi..tapi kalian berpelukan ar...dalemm banget ar...waktu itu sakit hatiku ar sakit sekali....dan saat itu juga aq memutuskan utuk pergi tanpapesan darimu...ar maafkan aku.." ucapku lirih
Hanya debur ombak yang terdengar dan helaan nafas kami...kami samasama terdiam....
tapi Arya masih menggenggam jemariku.
"sya.....taukah kamu......tak ada perempuan lain dihatiku selain kamu.....cuma kamu..jadi saat kamu pergi hatiku sakit sekali sya...." arya menatapku tajam dan aku hanya menundukkkan kepa laku tak berani melihat kesedihan dimatanya
'"iya gladis itu sepupuku..waktu itu ibunya meninggal dunia ayahya sedang diautralia..dan ia tidak punya siapa2 selain aku sepuypunya yang snagat dekat dengannya sya....gladis tinggal disolo anaknya lembut dan gampang syok dia datang kejogja menemuiku dan memintaku untuk menemaniku....dan aku belum sempat mengenalkannya padamu sya.." lanjut Arya sambil menghela nafas
"gladis sangat sangat kehilangan ibunya sya ..aku tidak tegalah..aku memeluknya mengusap airmatanya mnegelus rambutya......untuk emnunjukkan masih ada yang sayang dengannya...ia benarbenar kehialngan sya..dan saat kamu hadir melihat itu semua ..dn kamu berlari ..aku mengejarmu sya...tapi kamu keburu masuk kemobil..dan pergi tanpa jejak"
Kamu tau bagaimana kelanjutanya....gladis merasa sangat bersalah padaku sama kamu juga...tapi apa bisa dikata...kamu benar-benar menghilang entah kmana....
Tak kuasa aku meneteskan airmata...aku sesunggukan dan Arya memelukk pundakku"sya....adaapa..sekian lamanya berpisah kamu ingin bertemu lagi??"
"Maafin aku ar..maafin aku...aku bingung waktu itu aku langsung pulang dan membereskan pakaianku memutuskan untuk langsung pulang kejakarta dan memutuskan kuiahku yang baru satu tahun setengah.. dan aku memmutuskan untuk pindah kuliah dijakarta. "
'Arya maafkan aku yah..tapi sudahlah....semua sudah trejadi aku sudah mendengar semua dr reina ar...maafin aku yah" ucapku samnbil mengelap airmataku dengan saputangan pemberian Arya aku mencoba tertawa dalam isak tangisku dan Arya semamkin mengenggam tangamku.
"ar...apakah kamu masih mencintaiku..kudengar kamu belum menikah Ar...."ucapku
"Arya tersenyum dan menatapku" kenapa..?? mw jadi istriku? lamu poliandri donk....atau mau pulang pergi jakarta jogja untuk mengurus dua swami.....hmmmmm" balas arya sambil tersenyum kepadaku meminta jawabanku
"ar..aku serius akukan nanya kamu...kamu masih mencintaiku??'
"OOhh jawab dulu doong...apa kamu mau punya dua suami...mau jadi isriku ..tapi kalo mau jadi istriku harus selalu tersnyum manis untukku...harus selalu menyanyikan ninabobo untukku...hahaha"
Aku mencubit pinggangnya...
"ah arya kamu gag berubah yah..masih seperti dulu suka ngeledekin aku"
"haha.. kamu juga gag berubah masih suka nyubit...hmmm masih manja..." balas Arya sambil mengedipkan matanya.
" yah kamu nakal .."
" lho loh siapa juga yang memulai yeee...hahaha" Arya memeluk pundakku dan mengajakku berdiri .
kami menyusuriu pantai disenja ini..melihat sunset yang diufuk barat..ah indfah sekali..aku menatap arya ..dia juga tersenyum melihatku sambil masih mengajakku berjalan menyusuri pantai..
Kami bermain air..berkejaran dengan ombak sambil tangannya masih menggandengku..kami tertawa lepas...sampai waktu berubah menjadi sedikit gelap.
Arya mengajakk duduk ditepi pantai sambil memesan roti bakar ...celana kami basah aku kedinginan...dan arya melepaskan jaketnya dan memasangkannya dipundakku ..aku menatapnya....arya tersenyum
'Makasih sya..sudah memberikan bahagia dan menemaniku hari ini..."
dia menggenggam tanganku lagi" kamu tahu perasaanku....aku masih suka sama kamu"
sambil mengedipkan matanya
Gaya khas Arya dari dulu bila mencandaiku dia sellau mengedipkan matanya.
"sama sama Ar aku juga bahagia hari ini makasih ya"
Aku menunduk ahh cengeng sekali aku dikit dikit nangis uhh
"Arya..kapan kamu menikah??" tak sadar pertanyaan itu pun terlontar dari mulutku " ahh aku pun memalingkan wajahku. kirakira apa jawaban Arya.
"Sya....bulan depan aku menikah"
"apaaa...aku gag salah dengerkan..tapi..tapi kata Reina kamu masih menunggguku Ar" ucapku kaget dan hampir menangis lagi
"Syaaa...." Arya menatapku lembut dan berkata lagi:syaa..waktu menungggu begitu lama untuk kehadiranmu lagi...dan disaat itu aku bertemu dengan gadis yang saat itu berusaha menghiburku....kesabarannnya...menuntunku sampai aku benarbenar bisa melupakanmu. Aku selalu mencari kabar dari sahabatmu tapi sya reinapun tak tahu kamu pergi kmana ..dan Reina putus asa sama seperti aku sya....." ucap Arya sambil tetap menggenggam tangankku
" perempuan ini begitu sabar sya....dy selalu berusaha membuatku tertawa..tapi sayang bertahun lamanya dia menungguku mendampingiku karena benarbenar susah ternyata melupakanmu..hmm kamu nakal yahh selalu hadir dibayangku..." balas arya sambil tersnyum
Ah Arya senyummu manis sekali..."terus...???"
"Aku menyerah sya....aku gag bisa begini terus dan aku mencoba menatap masa depan....lalu aku mengungkapan perasaanku padanya bahwa aku ingin mengejaknya menjadi teman hidupku....menjadi bagian darri hidupku bersamaku...dan dia memelukku dan menere\teskan airmatanya sya....aku hanya tertegun dan aku mencoba memeluknya untuk pertama kali aku memeluknya....mecoba untk melupakan masalaluku bersamamu dan menangun msabaru bersamanya....ya bersamanya sya.." Arya menunduk dan menatapu lagi
"siapa perempuna yang beruntung itu Ar..dia pasti orang paing bahagia y saat itu bisa mendapatkan orang yang setia sepertimu" ucapku lagi
Arya menggenggam tanganku...keras genggamannya sangat keras aku terkejut...."ar kamu kenapa?" balasku
Perlaham Arya mengendurkan genggamannya "Perempua itu Reina...sahabatmu>.." ucap Arya menatapku tajam,
Ohh Tuhan.....benarkah...
Aku melepaskan tanganku...berusaha melepaskan tanganku tapi Arya tak mau melepaskan tanganku
Aku menangis lagi aku sesungggukan lagi...
Oh Reina...ternyata kamu yang sudah merebut hati Arya dariku
Arya memelukku."Sya maafkan aku..maafkan kami...sya.." ucap Arya sambile memelukku
Tak tahan aku pun memeluk Arya . Setelah tangisku mereda aku melepaskan pelukanku dan menatap Arya
"Ar..Reina sahabat yang baik...dia memang merebutmu dariku..tapi Ar aku yang salah dalam hal ini..."
"Ar Reina sahabat yang sangat baik...jangan kecewakan dia ar...dia banyak berkorbnan utukku...dia yang sellau menghiburku jika kita berantem..dia yang sellau menemaniku saat aku kesepaian...dia yang sellau mengorbankan apapun untuk kebaikan sahabatnya.mungkin temasuk menghibnbur orang yang plaing aku cintai."rya terdia,
"Ar ..alku kenal baik Reina tapi Reina tidak pernah mengatakan ini padaku"
ujarku
"ya..Reina tak snaggup melihatmu tersakiti sya..dia terlalu baik dia tidak ingin melhat sahabatnya menangis ..tepi aku berusaha menguatkannya untuk berani menghadapimu suatu saat nanti bla kita semua bertemu"lanjut Arya lagi
Arya tersenyum da ia memelukku
"Ar aku bahagia ar bila benar wanita itu adalah Reina...hatiku memang sakit Ar... tapi kamu pantas mendapatkan Reina kalian sangat baik Ar"
"
"Ar..aku doakan yah semoga kalian bahagia selamanya" Aku melepaskan pelukanku.. Aryamenatapku...."makasih sya.kamu bisa mengerti kami"
Ah Ar tentu saja aku mengerti kamu...aku senang Ar...ah sudahlah,,,kita pulang Ar sudah malam pasti Reina sudah harapharap cemas menunggu cerita darimu" ucapku sambil tersenyum
"oya.aku amtar pulang ya"
"yaiyalah masa iya kamu tega aku pulang jalan kaki...enak aza.." ujarku sambil mencubitmya
Ah ini mungikin cubitan teakhirku karena Arya akan menikah dengan sahabatku Reina dan aku harus menjaga perasaan sahabatku yang baik itu
Diperjalanan pulang kami bercanda sambil menyanyikan lagu kesukaanku.....'if love is blind dari Tiffani.....hingga sampai didepan rumahku..sebelum aku membuka mobil Arya menggenggam tanganku"doakan kami sya..ini yang terbaik untuk kami"ucapnya
Aku tersenyum
"iya Ar...tak sanggup rasanya hati ni mengangguk tapi aku tahan airmataku. Arya mengecup keningku."teriumakasih Sasya metha andini....arya tersenyum padaku dan melepaskan tangannya.Aku membuka pintu mobil dan melambaikan tanganku...aku berjalan menuju rumahku sambil aku menangis sedih tapi juga bahagia. Biarlah ini mejadi kisah masalaluku. Biarlah dua orang yang snagat aku sayangi bahagia selamanya . Aku tak akan mengganggunya lagi. Terimakasih Tuhan ats semua ini. Aku berdiri didepan pintu dan menghela nafas..yah aku bisa melupakannya kembali satu hari ni adalah kenangan termanis dalam hidupku
By : Peny Wirawati
"Sasya.....nieh air degannya...."
"aku tersenyum melihat arya memberikan sebuah kelapa untukku..terimakasih ya Ar"
Arya duduk disampingku sambil kami memandang laut . Semlir angin parangtritis menyapu anganku dimasa lalu
Ada arya disampingku yah arya adalah mantanku terdahulu dan kini aku telah mneikah sedangkan arya belum menikah. Arya sangat baik..entah memngapa dulu aku meninggalkannya hanya karena sebuah pertengkaran kecil karena aku cemburu melihatnya dengan seorang gadis yang ternyata adalah sepupunya sendiri. itupun aku dapatkan informasi dari sahabatku dijogja ini. Aku meninggalkannya tanpa jejak karena aku pindah kejakarta hingga aku menikah dan semua tentang arya telah tertutup untukku walau bayang masalalu itu sellau mengganggu pikiranku karena dulu aku sangat mencitainya.. Seminggu yang lalu aku kembali kejogja ini....dan bertemu sahabatku rena ia menceritakan semua tentang arya dan kala itu air mataku menetes aq telah meninggaklkan sosok yang aku cintai yang ternyata juga sangaty mencintaiku. Dan 3 hari yang llau aku menelfonnya untuk bertemu dengannya yah ditempat ini tempat kami selalu bertemu dan bercerita.
"sya...melamun" ujar Arya
"inget kita dulu ar...menyusuri pantai..bermain mengejar ombak..indah ar...." ujarku sambil menundukkan kepalaku
tak terasa airmataku menetes
'Sya.kamu kenapa...oiya ada apa sebenarnya mendadak bertahun tahun lamanya kamu menghilang tanpa jejak daan kamu telpon aku untuk bertemu....jujur sya sebenernya adaapa??, bukannya kamu sudah bahagia ..menikah dengan swamimu....swamimu ganteng sya...sepertinya dia baik" ucap Arya sambil menatapku
Arya menyodorkan saputangannya , aku diam saja, kemudian Arya mengusap air mata diwajahku
'Maaf sya kalau aku sudah membuatmu menangis ..tapi ada apa sya..aku butuh jawabanmu"
"Ngga papa ar...bolehkan aku mengingat tentang kita..boleehkan untuk saat ini mumpung kita sedang bresama" ucapku
Arya tersenyum. dan memberikan saputangan itu kedalam jemariku. Ia genggam tanganku.
" Sasya...kau yang selalu hadir dimimpiku stiap malam...rasa sakit telah kamu hadirkan disini sya...karena aku menunggumu terlalu lama karena suatu alasan yang tidak jeas kamu pergi dari aku"
Arya menatapku tajam "hingga aku mendapatkan berita pernikahanmu "Arya menggeleng pelan tapi masih tersenyum. Oh ar maafkan aku....
Aku "ar...maafin aku yaaah....aku terlalu pengecut untuk bertanya padamu siapa wanita itu ..apakah benar ia sepupumu ..tapi..tapi kalian berpelukan ar...dalemm banget ar...waktu itu sakit hatiku ar sakit sekali....dan saat itu juga aq memutuskan utuk pergi tanpapesan darimu...ar maafkan aku.." ucapku lirih
Hanya debur ombak yang terdengar dan helaan nafas kami...kami samasama terdiam....
tapi Arya masih menggenggam jemariku.
"sya.....taukah kamu......tak ada perempuan lain dihatiku selain kamu.....cuma kamu..jadi saat kamu pergi hatiku sakit sekali sya...." arya menatapku tajam dan aku hanya menundukkkan kepa laku tak berani melihat kesedihan dimatanya
'"iya gladis itu sepupuku..waktu itu ibunya meninggal dunia ayahya sedang diautralia..dan ia tidak punya siapa2 selain aku sepuypunya yang snagat dekat dengannya sya....gladis tinggal disolo anaknya lembut dan gampang syok dia datang kejogja menemuiku dan memintaku untuk menemaniku....dan aku belum sempat mengenalkannya padamu sya.." lanjut Arya sambil menghela nafas
"gladis sangat sangat kehilangan ibunya sya ..aku tidak tegalah..aku memeluknya mengusap airmatanya mnegelus rambutya......untuk emnunjukkan masih ada yang sayang dengannya...ia benarbenar kehialngan sya..dan saat kamu hadir melihat itu semua ..dn kamu berlari ..aku mengejarmu sya...tapi kamu keburu masuk kemobil..dan pergi tanpa jejak"
Kamu tau bagaimana kelanjutanya....gladis merasa sangat bersalah padaku sama kamu juga...tapi apa bisa dikata...kamu benar-benar menghilang entah kmana....
Tak kuasa aku meneteskan airmata...aku sesunggukan dan Arya memelukk pundakku"sya....adaapa..sekian lamanya berpisah kamu ingin bertemu lagi??"
"Maafin aku ar..maafin aku...aku bingung waktu itu aku langsung pulang dan membereskan pakaianku memutuskan untuk langsung pulang kejakarta dan memutuskan kuiahku yang baru satu tahun setengah.. dan aku memmutuskan untuk pindah kuliah dijakarta. "
'Arya maafkan aku yah..tapi sudahlah....semua sudah trejadi aku sudah mendengar semua dr reina ar...maafin aku yah" ucapku samnbil mengelap airmataku dengan saputangan pemberian Arya aku mencoba tertawa dalam isak tangisku dan Arya semamkin mengenggam tangamku.
"ar...apakah kamu masih mencintaiku..kudengar kamu belum menikah Ar...."ucapku
"Arya tersenyum dan menatapku" kenapa..?? mw jadi istriku? lamu poliandri donk....atau mau pulang pergi jakarta jogja untuk mengurus dua swami.....hmmmmm" balas arya sambil tersenyum kepadaku meminta jawabanku
"ar..aku serius akukan nanya kamu...kamu masih mencintaiku??'
"OOhh jawab dulu doong...apa kamu mau punya dua suami...mau jadi isriku ..tapi kalo mau jadi istriku harus selalu tersnyum manis untukku...harus selalu menyanyikan ninabobo untukku...hahaha"
Aku mencubit pinggangnya...
"ah arya kamu gag berubah yah..masih seperti dulu suka ngeledekin aku"
"haha.. kamu juga gag berubah masih suka nyubit...hmmm masih manja..." balas Arya sambil mengedipkan matanya.
" yah kamu nakal .."
" lho loh siapa juga yang memulai yeee...hahaha" Arya memeluk pundakku dan mengajakku berdiri .
kami menyusuriu pantai disenja ini..melihat sunset yang diufuk barat..ah indfah sekali..aku menatap arya ..dia juga tersenyum melihatku sambil masih mengajakku berjalan menyusuri pantai..
Kami bermain air..berkejaran dengan ombak sambil tangannya masih menggandengku..kami tertawa lepas...sampai waktu berubah menjadi sedikit gelap.
Arya mengajakk duduk ditepi pantai sambil memesan roti bakar ...celana kami basah aku kedinginan...dan arya melepaskan jaketnya dan memasangkannya dipundakku ..aku menatapnya....arya tersenyum
'Makasih sya..sudah memberikan bahagia dan menemaniku hari ini..."
dia menggenggam tanganku lagi" kamu tahu perasaanku....aku masih suka sama kamu"
sambil mengedipkan matanya
Gaya khas Arya dari dulu bila mencandaiku dia sellau mengedipkan matanya.
"sama sama Ar aku juga bahagia hari ini makasih ya"
Aku menunduk ahh cengeng sekali aku dikit dikit nangis uhh
"Arya..kapan kamu menikah??" tak sadar pertanyaan itu pun terlontar dari mulutku " ahh aku pun memalingkan wajahku. kirakira apa jawaban Arya.
"Sya....bulan depan aku menikah"
"apaaa...aku gag salah dengerkan..tapi..tapi kata Reina kamu masih menunggguku Ar" ucapku kaget dan hampir menangis lagi
"Syaaa...." Arya menatapku lembut dan berkata lagi:syaa..waktu menungggu begitu lama untuk kehadiranmu lagi...dan disaat itu aku bertemu dengan gadis yang saat itu berusaha menghiburku....kesabarannnya...menuntunku sampai aku benarbenar bisa melupakanmu. Aku selalu mencari kabar dari sahabatmu tapi sya reinapun tak tahu kamu pergi kmana ..dan Reina putus asa sama seperti aku sya....." ucap Arya sambil tetap menggenggam tangankku
" perempuan ini begitu sabar sya....dy selalu berusaha membuatku tertawa..tapi sayang bertahun lamanya dia menungguku mendampingiku karena benarbenar susah ternyata melupakanmu..hmm kamu nakal yahh selalu hadir dibayangku..." balas arya sambil tersnyum
Ah Arya senyummu manis sekali..."terus...???"
"Aku menyerah sya....aku gag bisa begini terus dan aku mencoba menatap masa depan....lalu aku mengungkapan perasaanku padanya bahwa aku ingin mengejaknya menjadi teman hidupku....menjadi bagian darri hidupku bersamaku...dan dia memelukku dan menere\teskan airmatanya sya....aku hanya tertegun dan aku mencoba memeluknya untuk pertama kali aku memeluknya....mecoba untk melupakan masalaluku bersamamu dan menangun msabaru bersamanya....ya bersamanya sya.." Arya menunduk dan menatapu lagi
"siapa perempuna yang beruntung itu Ar..dia pasti orang paing bahagia y saat itu bisa mendapatkan orang yang setia sepertimu" ucapku lagi
Arya menggenggam tanganku...keras genggamannya sangat keras aku terkejut...."ar kamu kenapa?" balasku
Perlaham Arya mengendurkan genggamannya "Perempua itu Reina...sahabatmu>.." ucap Arya menatapku tajam,
Ohh Tuhan.....benarkah...
Aku melepaskan tanganku...berusaha melepaskan tanganku tapi Arya tak mau melepaskan tanganku
Aku menangis lagi aku sesungggukan lagi...
Oh Reina...ternyata kamu yang sudah merebut hati Arya dariku
Arya memelukku."Sya maafkan aku..maafkan kami...sya.." ucap Arya sambile memelukku
Tak tahan aku pun memeluk Arya . Setelah tangisku mereda aku melepaskan pelukanku dan menatap Arya
"Ar..Reina sahabat yang baik...dia memang merebutmu dariku..tapi Ar aku yang salah dalam hal ini..."
"Ar Reina sahabat yang sangat baik...jangan kecewakan dia ar...dia banyak berkorbnan utukku...dia yang sellau menghiburku jika kita berantem..dia yang sellau menemaniku saat aku kesepaian...dia yang sellau mengorbankan apapun untuk kebaikan sahabatnya.mungkin temasuk menghibnbur orang yang plaing aku cintai."rya terdia,
"Ar ..alku kenal baik Reina tapi Reina tidak pernah mengatakan ini padaku"
ujarku
"ya..Reina tak snaggup melihatmu tersakiti sya..dia terlalu baik dia tidak ingin melhat sahabatnya menangis ..tepi aku berusaha menguatkannya untuk berani menghadapimu suatu saat nanti bla kita semua bertemu"lanjut Arya lagi
Arya tersenyum da ia memelukku
"Ar aku bahagia ar bila benar wanita itu adalah Reina...hatiku memang sakit Ar... tapi kamu pantas mendapatkan Reina kalian sangat baik Ar"
"
"Ar..aku doakan yah semoga kalian bahagia selamanya" Aku melepaskan pelukanku.. Aryamenatapku...."makasih sya.kamu bisa mengerti kami"
Ah Ar tentu saja aku mengerti kamu...aku senang Ar...ah sudahlah,,,kita pulang Ar sudah malam pasti Reina sudah harapharap cemas menunggu cerita darimu" ucapku sambil tersenyum
"oya.aku amtar pulang ya"
"yaiyalah masa iya kamu tega aku pulang jalan kaki...enak aza.." ujarku sambil mencubitmya
Ah ini mungikin cubitan teakhirku karena Arya akan menikah dengan sahabatku Reina dan aku harus menjaga perasaan sahabatku yang baik itu
Diperjalanan pulang kami bercanda sambil menyanyikan lagu kesukaanku.....'if love is blind dari Tiffani.....hingga sampai didepan rumahku..sebelum aku membuka mobil Arya menggenggam tanganku"doakan kami sya..ini yang terbaik untuk kami"ucapnya
Aku tersenyum
"iya Ar...tak sanggup rasanya hati ni mengangguk tapi aku tahan airmataku. Arya mengecup keningku."teriumakasih Sasya metha andini....arya tersenyum padaku dan melepaskan tangannya.Aku membuka pintu mobil dan melambaikan tanganku...aku berjalan menuju rumahku sambil aku menangis sedih tapi juga bahagia. Biarlah ini mejadi kisah masalaluku. Biarlah dua orang yang snagat aku sayangi bahagia selamanya . Aku tak akan mengganggunya lagi. Terimakasih Tuhan ats semua ini. Aku berdiri didepan pintu dan menghela nafas..yah aku bisa melupakannya kembali satu hari ni adalah kenangan termanis dalam hidupku
By : Peny Wirawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar